Kontak

Wednesday, 21 May 2014



MUNCULKAN JUTAWAN
MELALUI PEMBIBITAN TANAMAN KEHUTANAN

Sunday, 11 May 2014






Pembuatan embung dan demplot perlindungan mata air

Dengan meningkatnya debit mata air sebagai dampak dari upaya pelestarian air melalui kegiatan nyata penanaman bibit yang dilakukan oleh seluruh masyarakat dan lembaga lainnya, dan disisi lain masyarakat adanya pemahaman cara pengawetan air dan perlindungan mata air, maka tergugah hati untuk pembuatan embung dan demplot perlindungan sumber mata air. Pada awalnya melakukan diskusi dengan beberapa tokoh masyarakat dengan memberikan pemahaman bahwa Desa Cowek Kecamatan Purwodadi potensi sumber mata air dengan debit yang cukup lumayan, karena daerah atasnya sekitar kawasan hutan dan peyangganya kerapatan tegakan pohonnya mulai bagus, sehingga debit mata air dapat terjaga kelestariannya, oleh karena itu mempelopori masyarakat membuat program pembuatan embung dan demplot perlindungan sumber mata air yang dibantu oleh Perhutani,LMDH dan perangkat desa, hingga sampai saat ini hampir seluruh warga bisa menikmati air bersih dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan warga berkat kemudahan air bersih telah membuka usaha kecil-kecilan skala home industry dalam rangka meningkatkan pendapatan, seperti usaha pembuatan jamu, pengembangan sapi, budidaya ikan dan kegiatan usaha lainnya.





Pengembangan kegiatan konservasi sumber air, daerah tangkapan air, lahan tidur / kritis dan jalan lingkungan

Proses penanaman bibit disekitar mata air, lahan-lahan kosong, lahan kritis sekitar hutan, pekarangan dan tepi jalan lingkungan, sebelumnya melakukan koordinasi dengan pemilik / penguasa lahan untuk melakukan pendataan berapa luas lahan yang akan ditanami, jenis tanaman apa yang direncanakan, jumlah bibit yang dibutuhkan berapa dan siapa yang terlibat dalam penanaman, setelah data ada kemudian melakukan koordinasi dengan kelompok tani penghijuanan, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), warga, pramuka dan desa serta tim pembina kecamatan untuk menentukan kapan dilaksanakannya penanaman.
Setelah ditentukan tanggal penanaman dengan beberapa kelompok melakukan persiapan dan pengiriman bibit ke sekitar lokasi, kemudian pada saatnya sekitar Bulan Desember mempelopori penanaman yang diikuti oleh kelompok tani penghijuanan, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), warga, pramuka dan desa serta tim pembina kecamatan sampai selesai dalam beberapa hari. Sedangkan lokasi penanaman diawali dari lokasi di sekitar mata air di Dusun Krajan, Dusun Puthuk, Dusun Borong dan Dusun Selowinangun yang dilaksanakan secara bertahap. Untuk memenuhi kebutuhan penanaman di desa memberikan cuma-cuma bantuan bibit dari hasil produksi sendiri, seperti bibit Sengon, Gembilina, Mahoni, Kecrutan, dan lain-lain.

     








Pembibitan dan Pengembangan Tanaman Hias, Perkebunan, Kehutanan dan Hortikultura
Guna memenuhi kebutuhan bibit di desa Cowek dan desa sekitarnya agar masyarakat lebih peduli dan terangsang untuk mau menanam bibit dalam upaya pelestarian air, maka tergugah hati untuk membuat bibit sendiri dengan berbagai jenis baik Bibit Tanaman Hias, Perkebunan, Kehutanan dan Hortikultura sekaligus untuk mengembangkan usaha kelompok tani binaan, maka aktif melakukan bimbingan dan pendampingan kepada kelompok-kelompok bersama Petugas Penyuluh Penghijauan Kecamatan dalam rangka membangun jaringan pembibitan dan penyedia bibit guna mengembangkan usaha dan peningkatan pendapatan masyarakat, seperti pada saat ini banyak bermunculan di Desa Cowek untuk membuat usaha pembibitan sebagai dampak kegiatan untuk penyediaan bibit aneka tanaman dalam upaya pelestarian air baik di Kecamatan Purwodadi maupun di Kabupaten Pasuruan. Disamping itu juga melayani kebutuhan bibit dari para Pengusaha, Instansi Pemerintah dan swasta dari berbagai daerah di Kabupaten Pasuruan maupun di luar Kabupaten Pasuruan.


  
Kegiatan SUGIARTO sebagai Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM) adalah berupaya melestarikan air dengan melakukan penanaman bibit/pohon di sekitar sumber mata air, daerah tangkapan air baik sekitar hutan maupun lahan kiritis, lahan kosong dan sekitar permukiman, penanaman pada jalan lingkungan sebagai upaya dalam pembangunan kehutanan yang berkelanjutan, disamping itu juga melakukan pengembangan kegiatan sampai sekarang sebagai berikut :
1.   Pembibitan dan pengembangan Bibit Tanaman Perkebunan dan Kehutanan (Penghijauan) dan    Hortikultura serta tanaman hias;
2.   Pengembangan kegiatan konservasi sumber air, daerah tangkapan air, lahan tidur/kritis dan jalan lingkungan;
3.   Pembuatan embung sumber mata air;
4.   Rumah biogas dan penggemukan sapi
5.   Pendidikan Lingkungan Hidup;
      6.   Pembuatan demplot keanekaragaman hayati dan perlindungan mata air